suami berubah

KENAPA SUAMI BERUBAH DAN TIDAK SEROMANTIS DULU?

 

Saya ingin Anda membandingkan hubungan Anda dengan suami di masa lalu dan di masa sekarang. Saya yakin ada bedanya.

Dulu, suami Anda sangat perhatian dan romantis. Hampir tiap hari antar jemput Anda di kantor. Baru sampai kantor, suami langsung mengabari Anda. Saat jam makan siang, dia mengingatkan Anda untuk makan makanan yang sehat, perbanyak minum air putih dan istirahat. Bahkan di sela-sela rutinitas kantornya, dia sering buka hp hanya untuk chatting an dengan Anda.

Sekarang, everything has changed. Benar kan? Suami Anda tidak lagi perhatian seperti dulu. Kalau dulu sehari bisa chat 3-4 kali, sekarang jangakan chat duluan, Anda yang tanya kabar tapi selalu hanya dibaca.

Anad mulai gusar dan takut suami ada ketertarikan dengan yang lain. Akhirnya, terlontarlah kalimat suci kamu sekarang sudah berubah. Kamu sekarang beda, gak seperti dulu lagi.

Suami Anda, merasa bingung. Karena memang dia sama sekali tidak berubah. Dia merasa dirinya wajar-wajar saja tidak membalas chat dan tidak seperhatian dulu karena memang kesibukannya di kantor.

Akhirnya, Anda marah pada suami yang tidak peka dengan perubahannya. Kemudian, suami Anda merasa kesal. Anda semakin marah, suami tambah kesal, terjadi konflik dan bubar.

Kasus seperti ini banyak sekali terjadi dalam sebuah hubungan. Dan, ini sebenarnya terjadi karena pasangan tidak mengetahui pola hubungan mereka. Pola hubungan itu bentuknya seperti curva huruf S yang tidur. Naik, turun, naik lagi dan turun lagi.

Ada saatnya pasangan itu lagi manis-manisnya, ada saatnya hubungan itu menjenuhkan dan memuakkan. Itu adalah hal yang wajar. Masalah seperti ini sebenarnya bisa kita antisipasi dengan cara mengeluarkan energi cinta Anda secara pelan-pelan.

Di awal pernikahan, jangan langsung dikeluarkan semua energi cintanya. Semua perhatian dikeluarkan, semua usaha dikerahkan, chatting, telepon dan segala bentuk mengingatkan Anda jadikan rutinitas. Sebaiknya, jangan seperti itu.

Kalau hari ini sudah telepon, kasih jeda mungkin 2-3 hari kemudian baru telepon lagi. Untuk menghindari kebosanan dan menghindari perhatian Anda jadikan sebagai rutinitas. Dan, hal ini sebenarnya sangat baik untuk memunculkan rasa kangen sekaligus rasa penasaran di hati masing-masing pasangan.

Itu saran dari saya, terimakasih sudah membaca tulisan saya. Untuk Anda yang punya masalah asmara, seks dan rumah tangga, silahkan jangan segan untuk menghubungi saya melalui telepon/SMS/WhatsApp di nomor +628111264401.