bahaya curhat

Inilah Bahaya Curhat Masalah Rumah Tangga pada Teman Dekat

 

Sebaik apapun teman Anda. Sedekat apapun kalian, bahkan sudah sering menghabiskan waktu bersama, sudah mengenalnya dengan sangat baik sampai ke akar-akarnya, tetap saja masalah rumah tangga itu hanya milik Anda dan pasangan.

Kenapa kami mengatakan seperti ini? Karena beberapa waktu yang lalu kami baru saja menangani sebuah kasus dimana sumber masalahnya itu berasal dari kebiasaan kita curhat pada teman mengenai masalah rumah tangga.

Kasusnya adalah seorang istri yang hobi curhat mengenai kejelekan suaminya pada teman dekatnya. Dia suka cerita kalau suaminya itu sering tidak menjaga kebersihan hingga membuat sang istri ilfeel kalau mau melayani suaminya.

Dia juga suka cerita kalau suaminya itu sering pulang larut malam. Tiap pulang malam yang ditanyakan bukan keadaannya, tapi suaminya hanya peduli dengan anak-anaknya. Istrinya jarang dibelai, jarang diberi perhatian, jarang diajak ngobrol.

Sampai akhirnya, si teman dekatnya ini kemudian ngomporin “wah jangan2 suami kamu selingkuh! Hati-hati kamu, kamu patut curiga. Kalau sekarang sering pulang malam, besoknya lagi dia tidak akan pulang.”

Akhirnya, ibu rumah tangga ini mulai merasakan keresahan luar biasa. Mulai mencurigai suaminya. Tiap kali pulang malam, suaminya tidak dilayani tapi malah diomeli.

Padahal suaminya berkali-kali mengatakan bahwa ia pulang larut karena memang sedang ada proyek baru yang butuh perhatian ekstra. “Kenapa kamu lebih percaya kata teman, daripada suamimu sendiri?”

Akhirnya, suami yang sudah lelah dengan pekerjaannya, ditambah dengan omelan dan cacian istri, lama-lama tidak betah tinggal di rumah.

BAHAYA CURHAT

Suami tidur di kantor, benar-benar tidak pulang! Kejadian kan ramalan temannya itu tadi. Tapi kejadian itu muncul bukan karena si temannya yang memprediksikan. Terjadi karena salahnya sendiri yang lebih percaya pada mulut kompornya si teman.

Awalnya baik-baik saja, tidak pernah merasa resah dan percaya pada suaminya. Tapi setelah curhat, dikomporin, kupingnya panas, jadilah konflik dengan suami.

Sepatutnya, kalau memang Anda ada masalah dengan suami dibicarakan baik-baik. Ajaklah diskusi, ngobrol dari hati ke hati. Kalau butuh curhat, butuh solusi karena masalahnya sudah complicated, jangan sama teman dekat.

Anda harus mencari ahli yang bisa menengahi masalah Anda. Yang posisinya itu netral.

Nah, untuk teman-teman yang ingin mendapatkan solusi untuk masalah rumah tangga yang dihadapi, kemudian bingung mau cari solusi ke siapa, silahkan bisa hubungi kami melalui kontak 08111264401. Kami akan membantu Anda sebaik mungkin untuk menjaga keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga Anda.