ilmu jaran goyang

Inilah Kenapa Ilmu Jaran Goyang Punya Efek Mematikan Sejak Ratusan Tahun Lalu

 

Berbicara mengenai ilmu jaran goyang, maka kita harus membahas mengenai lelaku dan tirakatnya yang sangat kental dengan tradisi, adat dan budaya hidup nenek moyang terdahulu.

Hal ini penting untuk dibahas karena banyak diantara ahli supranatural yang kini mulai menyingkirkan tradisi dan lelaku khusus turun temurun karena dianggap sudah kuno dan terlalu merepotkan.

Padahal, ilmu pelet dan pengasihan syarat dengan laku prihatin yang tak lepas dari tradisi asal muasal ilmu tersebut. Termasuk di dalamnya adalah ilmu jaran goyang.

Sejarah perkembangan mistik di Indonesia  banyak dipengaruhi oleh budaya Arab dan India. Kedua adat ini kemudian bersatu dan membentuk harmoni dengan tradisi serta kebiasaan hidup masyarakat Indonesia.

Sehingga, lahirlah ilmu pelet dan pengasihan yang penuh keberagaman. Tidak ada ilmu yang terbaik maupun terburuk.

Ibarat tuts piano, keberagaman ilmu ini saling melengkapi satu sama lain. Bahkan jika dimainkan bersama bisa memunculkan alunan melodi yang indah.

Sama halnya dengan ilmu jaran goyang yang akan kita bahas secara mendetil pada halaman ini. Jika Anda berasal dari aliran atau padepokan yang BERBEDA dengan kami, Anda mungkin akan melihat adanya beberapa perbedaan mengenai mantra, cara mengamalkan hingga efek dari ilmu jaran goyang.

Namun, perbedaan tersebut hendaknya tidak menjadi perdebatan diantara kita. Karena perbedaan ada untuk menambah wawasan dan pengalaman serta kebijaksanaan dalam menyikapinya.

APA YANG DIMAKSUD ILMU JARAN GOYANG?

ilmu jaran goyang

Ilmu Jaran Goyang adalah salah satu jenis ilmu pelet dan pengasihan tingkat tinggi yang berasal dari Tanah Jawa.

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, jaran goyang berarti kuda yang menari. Mantra ini memiliki filosofi unik yang mana perasaan seseorang itu diibaratkan dengan sifat seeokor kuda.

Apabila belum ada yang memiliki hati ini sangat liar dan suka bertindak sesukanya. Tapi, jika sudah ditundukkan dan dimiliki oleh pengamal jaran goyang, maka hati seseorang tersebut akan menjadi jinak dan sangat mudah dikendalikan.

Ilmu pelet dan pengasihan yang satu ini dikenal sangat ampuh, kuat dan agresif bukan hanya di zaman sekarang. Tapi, sudah sejak ratusan tahun lalu.

Salah satu buktinya adalah Kerajaan Blambangan yang berdiri di zaman kerajaan Hindu-Budha. Saat mengalami keterpurukan dan perpecahan, para petinggi kerajaan memiliki ide untuk mengawinkan rakyatnya.

Ide ini dilakukan agar rakyatnya tidak terpecah belah dan kerajaan bisa kembali berdiri seperti dulu. Sayangnya, banyak diantara para mereka yang tidak mau dikawinkan dengan alasan tidak cinta dan lain sebagainya.

Petinggi kerajaan akhirnya meminta bantuan kepada para brahmana untuk membuat rakyatnya mau menikah dengan kerabatnya sendiri.

Di sinilah mantra jaran goyang mulai dimanfaatkan, yakni untuk mengawinkan rakyat Kerajaan Blambangan.

Jaran goyang bukan mantra yang digunakan untuk menyakiti seseorang, tapi untuk menyatukan dua orang agar bisa menikah.

Dengan ilmu jaran goyang yang ampuh inilah rakyat Blambangan mau dinikahkan satu sama lain. Mereka yang awalnya berontak dan menolak, secara perlahan hatinya jadi luluh serta mengubah pemikirannya sendiri tanpa ada paksaan.

Konon, mantra jaran goyang yang mampu meluluhkan hati wanita ini terdapat dalam kitab Mantra Asmara yang diciptakan oleh tokoh sakti mandraguna, Ki Buyut Mangun Tapa.

Ki Buyut Manguntapa sendiri kini dimakamkan di Oesa Mangun Jaya, Blok Karang Jaya, Indramayu, Jawa Barat.

EFEK INI AKAN TERJADI PADA KORBAN JARAN GOYANG

ilmu jaran goyang

Ada kisah yang cukup menyedihkan untuk dibagikan di sini karena korban pelet jaran goyang ini bisa dikatakan masih dibawah umur.

Awalnya, perempuan yang masih duduk di bangku SMP tingkat 3 ini berkenalan dengan seorang laki-laki di facebook yang mana usianya terpaut jauh hingga 11 tahun.

Anak perempuan ini sangat hobi bermain media sosial hingga banyak mengunggah foto-foto pribadi dan kegiatan kesehariannya melalui status.

Karena kurang pengawasan dan kontrol dari orangtua, sang anak mulai didekati dan diajak berkenalan oleh seorang pria. Pria ini mengaku bekerja sebagai teller sebuah bank ternama di Indonesia.

Memang, jika dilihat dari foto-foto yang dibagikan si laki-laki ini memiliki penampilan parlente dan cukup menarik.

Entah bagaimana detil kisahnya, mereka menjadi semakin dekat dan janji untuk bertemu secara langsung.

Tanpa meminta ijin kepada orangtuanya, anak perempuan ini nekat bertemu dengan laki-laki asing yang dikenalnya melalui facebook.

Setelah pergi tanpa pamit, anak perempuan ini tidak pulang hingga 3 hari lamanya. Tentu hal ini membuat orangtuanya marah dan cemas.

Singkat cerita, setelah meminta bantuan tetangga dan polisi untuk mencari anak perempuan ini tiba-tiba pulang dengan sendirinya.

Bukan sekadar pulang, tapi juga membawa nasib buruk berupa hamil di luar nikah dengan kewarasan yang terganggu.

Karena hal ini, keluarga mereka meminta bantuan dari parapsikolog di Padepokan Dewi Cinta.

Dari beberapa hal yang dipaparkan seperti, suka bengong, tidak pernah nyambung saat berbicara, mendadak tertawa, menangis dan meluapkan emosi negatif secara berlebihan serta ada vibrasi energi negatif yang sangat kuat, ini menandakan bahwa ia sudah terkena pelet jaran goyang dari orang yang tak bertanggung jawab.

Mantra Jaran Goyang memang memiliki efek dahsyat yang sulit dikendalikan. Jika seseorang yang sudah menguasai ilmunya tidak dibekali dengan sikap bijaksana dan tanggung jawab, maka akibatnya bisa merugikan orang lain di sekitarnya.

Itulah kenapa kami selalu mewanti-wanti tiap orang yang menguasai ilmunya untuk senantiasa memanfaatkannya dengan niat dan tujuan yang positif.

LALU, SIAPA YANG BOLEH MEMILIKI ILMU JARAN GOYANG?

Jika jaran goyang dipercaya memiliki efek mengerikan bahkan mampu menghilangkan kewarasan seseorang, bukankah ilmu seperti ini harus dihentikan penyebarluasannya?

Tapi, kenapa saat ini dunia supranatural semakin ramai dimana mantra dan cara mengamalkannya justru bisa didapat dengan mudah dan gratis?

Padepokan Dewi Cinta punya prinsip bahwa ilmu supranatural termasuk di dalamnya adalah ilmu jaran goyang itu layaknya ilmu hipnoterapi dan psikologi.

Artinya, ini adalah alternatif yang bisa dipilih masyarakat untuk memecahkan masalah dalam hidupnya. Terlepas dari tujuan dan niat pemakaiannya, apakah digunakan untuk hal baik atau buruk, itu tergantung dari orangnya.

Bukan ilmunya yang harus disalahkan atau dianggap merugikan masyarakat luas. Ini ibarat Anda mengonsumsi banyak gula, lalu menyalahkan pabrik gula.

Tentu ini bukan tindakan yang bijak. Oleh sebab itu, kami menuliskan di sini beberapa syarat yang harus Anda miliki jika ingin mengamalkan mantra jaran goyang.

  1. Mampu berpikir dewasa
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Memiliki kemampuan emosional yang baik
  4. Memiliki tanggung jawab penuh
  5. Memiliki niat atau tujuan positif demi kebaikan
  6. Siap berkomitmen melakukan lelaku dan tirakat
  7. Mampu berpikir kritis agar tak mudah tergoda lelaku instan
  8. Siap menerima resiko buruk seumur hidup jika enggan bertanggung jawab

Apabila Anda memiliki 8 syarat di atas serta bersedia dibimbing agar tidak tersesat dalam dunia supranatural, maka Anda boleh mengamalkan mantra jaran goyang.

Selengkapnya, Anda bisa membaca artikel selanjutnya ini untuk mengetahui bagaimana mantra dan cara mengamalkannya.

Jika Anda butuh bantuan, bimbingan atau penjelasan lebih lanjut mengenai jaran goyang, maka Anda bisa menghubungi Customer Service kami Mbak Naya di nomor berikut +628111264401 (Tsel).